Home
Diskusi Mobile Banking Print E-mail
Written by Adie Marzuki   

Untuk memaparkan model financial yang membawa Meaningful Broadband Report ke jutaan sosio-ekonomi rendah di Indonesia, Investor Group Against Digital Divide (IGADD) menyelenggarakan sebuah forum bagi segenap pimpinan perusahaan, pemerintah, sector financial, dan akademisi, yang menjadi acuan rekomendasi bagi penyusunan kebijakan investasi broadband. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari mandat yang diterima IGADD dari Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh, untuk mengembangkan konsep makroekonomi demi menciptakan ekosistem broadband yang mampu mengakses dan memberdayakan segenap penduduk Indonesia. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan di dukung oleh Nokia Siemens Network.

Meaningful Broadband Report ini membeberkan sebuah model ekonomi yang memvisualisasikan konsep tentang akselerasi transformasi ekonomi yang dapat dipicu dengan penyebarluasan teknologi broadband seperti wimax. Dengan ekonomi yang ditunjang oleh ketersediaan broadband, kemakmuran dapat di distribusikan sampai ke tengah pasar, dan aktifitas pemanfaatan sumber daya alam atau lingkungan yang berkesinambungan (sustainable environment) dapat diperkuat dengan ketersediaan broadband. Untuk membuat infrastruktur ini terjangkau, memberi arti, dan memberdayakan masyarakat, universitas juga diharapkan untuk memanfaatkan broadband untuk menjadi perangkat dasar dalam aktifitas belajar dan mengajar, sebagai sumber penyebaran aktifitas memasyarakatkan broadband. Konsep ini juga merekomendasikan sebuah koalisi bank-bank retail untuk memanfaatkan broadband dan teknologi selular demi menjangkau pasar menengah kebawah di segenap penjuru dan pelosok Indonesia, yang belum terjangkau sebelumnya.

“Revolusi selular yang menakjubkan di Indonesia menjadi pendorong “supply chain” teknologi selular untuk merevisi harga dan risiko dari usaha melakukan lompatan yang bersejarah ke era broadband. Inovasi teknologi yang mengiringi pengembangan pemanfaatan broadband dapat melesatkan tingkat kehidupan mereka yang berpenghasilan diantara US$ 1,000 sampai US$ 3,000 per tahun (Middle of the Pyramid – MOP)” ujar Profesor Smith. Smith, perancang grup Meaningful Broadband Report.

Dengan mencatat bahwa krisis likuiditas telah menyebabkan kemerosotan yang curam dalam investasi infrastruktur, Profesor Smith mengidentifikasi lima tipe pendanaan yang dapat memobilisasi stakeholder di Indonesia untuk mendanai transformasi Indonesia kearah masyarakat broadband. Sumber-sumber keuangan ini dapat dimasukkan subsidi dari bantuan antar pemerintah, yang antusias untuk melihat pertumbuhan yang pantas dari sebuah Negara dengan populasi Islam  terbanyak di dunia, lanjut Profesor Smith.

Profesor Smith menambahkan, bahwa pendanaan Syariah adalah salah satu sumber baru yang mempesona dari pendanaan berbasis etika, dan sangat cocok untuk pendanaan jangka panjang seperti proyek pembangunan infrastruktur, serta menjadi alternatif yang pantas untuk menggantikan bank investasi yang rata-rata terguncang oleh krisis likuiditas saat ini.

Ilham Habibie, yang menjadi mitra Profesor Smith dalam memimpin IGADD mengatakan bahwa dengan memperlihatkan konsep memanfaatkan broadband, akan membawa revolusi pengguna (user revolution) secara masal di pasar berkembang (emerging market), dan Indonesia akan menjadi pionir dalam menutup kesenjangan digital.

Salah satu pendukung IGADD, Salman Zafar dari Nokia Siemens Network mengatakan bahwa kondisi saat ini adalah sangat tepat untuk merubah lompatan besar Indonesia di bidang penetrasi selular menjadi sebuah jalan menuju era internet broadband.

Ditambahkan oleh Dr. Armein Langi, dari Institut Teknologi Bandung yang juga menjadi salah satu pimpinan IGADD yang membawahi urusan menyangkut teknologi, bahwa munculnya IGADD dari kalangan akademisi dan sector bisnis menjadikannya cukup dekat ke investor tanpa memunculkan prasangka atau bias.

Acara Broadband Stakeholder Forum dimulai pukul 09.30 dengan Sarapan dan pembagian formulir IGADD yang dimaksudkan untuk mendata stakeholder yang berminat memberikan sumbang saran bagi kajian investasi broadband di Indonesia. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Ing. Ilham Habibie, yang memaparkan tentang maksud dan tujuan forum untuk mengakomodir masukan dari setiap kalangan yang menyediakan maupun memanfaatkan broadband di Indonesia. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua MASTEL. Ir. Giri Suseno, yang mewakili sector telekomunikasi swasta di Indonesia, yang memaparkan tentang pembuatan kelompok kerja yang terdiri dari segenap sector seperti Bank, Operator, Penyedia Perangkat, Jasa Telekomunikasi, Akademisi dan Pemerintah. Presentasi berikutnya dari Ade Susardi, Nokia Siemens Network sebagai penyedia perangkat terdepan di dunia, memaparkan kondisi terkini dari perkembangan broadband di Indonesia.

Sesi berikutnya adalah presentasi dari Profesor Craig Warren Smith yang menjelaskan konsep dan arah pengembangan broadband di Indonesia, dilanjutkan dengan diskusi dan permintaan untuk memberi masukan ke setiap peserta yang telah mengisi formulir, untuk  bersama-sama memformulasikan kebijakan investasi broadband. Setelah memperkenalkan portal resmi IGADD di www.igadd.org, acara ditutup pukul 14.30 dengan pengumuman kelompok kerja yang terbentuk di acara ini, dan akan dilanjutkan dengan rangkaian diskusi tertutup dalam waktu dekat, untuk merancang konsep kebijakan broadband.

Peserta yang hadir dalam acara ini antara lain: Detiknas, Depkominfo, Postel, Kemenko Ekonomi, BPPT, Bappenas, BKPM, BRTI, Depperin, Telkom, Indosat, PT INTI, Bakrie Telecom, Hutchinson, Smart, XL, NSN, Intel, HSBC, Motorola, Nokia, Netwave, Harrif, PT Telnus, Sofrecom, Orange / France Telecom, PT Mobee, Wavecon Indo, Pacific Link, BRI, TT-Tel, PT Multikom, VSI, BIC Ristek, Persatuan Insinyur Indonesia, ID Telecommunication User Group, Mobile Monday, QB International, Asosiasi Opensource Indonesia, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia / APJII, Teknopreneur Forum, dan 12 media cetak serta elektronik nasional.

 
Founding Partners
Banner
Banner
Banner
Supporting Partners
Banner
Banner
Banner
Operational Partners
Banner
Media Partner
Banner